Aku bukanlah seorang penyair hebat yang bisa mengungkapkan
kalimat-kalimat indah penuh makna. Aku, hanya seorang putri yang memuja
seorang pria. Pria yang selalu ada untukku. Pria yang selalu ada di
dekatku ketika aku membutuhkannya. Di saat aku merindukannya, tepat pada
saat itu aku mendapatkan beribu kalimat ini di hati ku.
Dia yang menggendongku waktu bayi di malam yang panjang. Aku, tak jarang
akan menangis jika aku tak ada dalam hangat dekapannya. Masih ku ingat,
saat itu, irama jantung nya terdengar jelas di telinga bayiku. Hingga
saat ini, masih terngiang detak jantungnya di jiwaku. Suara yang menina
bobokan aku kala itu yang menghantarkanku pada mimpi-mimpi indah. Meski
karakternya keras, dia menjaga dan merawatku dengan sangat sabar. Hanya
terkadang, aku sendiri keras seperti batu. Meski demikian, dia selalu
mencintaiku. Tidak ada yang tidak dia lakukan demi membahagiakan aku. Dia selalu mengkhawatirkan aku. Ketika aku bermain di luar panasnya
matahari siang, dia akan menegurku dengan suara kebapakannya,
"Putriku!!Putriku!! Mengapakah berkeliaran dalam terik seperti ini !! Kesinilah,masuklah kedalam rumah".
Dia adalah sahabatku, dia juga partnerku. Pria pertama yang berdansa
denganku. Dialah cinta sejatiku. Sampai kapan pun dia tetaplah cinta di
dalam hatiku. Dia, bagaikan prince charming yang membawa cinderellanya
keluar dari rumah yang menyeramkan. Dia, yang mengeluarkan aku dari
segala permasalahan yang aku hadapi. Setiap aku melakukan aktifitas,
yang terlintas di kepalaku adalah senyumnya, tawanya,dan candaannya.
Papa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar