Kamis, 19 November 2015

Ayah

Aku bukanlah seorang penyair hebat yang bisa mengungkapkan kalimat-kalimat indah penuh makna. Aku, hanya seorang putri yang memuja seorang pria. Pria yang selalu ada untukku. Pria yang selalu ada di dekatku ketika aku membutuhkannya. Di saat aku merindukannya, tepat pada saat itu aku mendapatkan beribu kalimat ini di hati ku.
Dia yang menggendongku waktu bayi di malam yang panjang. Aku, tak jarang akan menangis jika aku tak ada dalam hangat dekapannya. Masih ku ingat, saat itu, irama jantung nya terdengar jelas di telinga bayiku. Hingga saat ini, masih terngiang detak jantungnya di jiwaku. Suara yang menina bobokan aku kala itu yang menghantarkanku pada mimpi-mimpi indah. Meski karakternya keras, dia menjaga dan merawatku dengan sangat sabar. Hanya terkadang, aku sendiri keras seperti batu. Meski demikian, dia selalu mencintaiku. Tidak ada yang tidak dia lakukan demi membahagiakan aku. Dia selalu mengkhawatirkan aku. Ketika aku bermain di luar panasnya matahari siang, dia akan menegurku dengan suara kebapakannya,
"Putriku!!Putriku!! Mengapakah berkeliaran dalam terik seperti ini !! Kesinilah,masuklah kedalam rumah".
Dia adalah sahabatku, dia juga partnerku. Pria pertama yang berdansa denganku. Dialah cinta sejatiku. Sampai kapan pun dia tetaplah cinta di dalam hatiku. Dia, bagaikan prince charming yang membawa cinderellanya keluar dari rumah yang menyeramkan. Dia, yang mengeluarkan aku dari segala permasalahan yang aku hadapi. Setiap aku melakukan aktifitas, yang terlintas di kepalaku adalah senyumnya, tawanya,dan candaannya. Papa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar